Selasa, 23 Juni 2015

4 Festival Hebat Di Ujung Timur Indonesia

4 Festival Hebat Di Ujung Timur Indonesia. Papua di ujung timur Indonesia adalah tanah yang kaya budaya. Terdapat sekitar 300 suku kecil yang tersebar dari pantai hingga ke atas gunung. Oleh karena itulah, masyarakat Papua memiliki bahasa dan adat yang berbeda. Bahkan mereka memiliki cara tersendiri untuk melangsungkan sebuah perayaan. Untuk lebih mengenal keunikan budaya Papua, tentu Anda harus berwisata ke sana. Papua memiliki beberapa festival yang selalu menarik kunjungan wisatawan, tidak hanya lokal tapi juga mancanegara. Berikut 4 festival menarik yang harus Anda nikmati di Tanah Papua.

1. Festival Lembah Baliem

Festival Lembah Baliem

Festival Papua satu ini sudah mendunia. Ada banyak wisatawan mancanegara yang datang untuk menikmati acara yang diselenggarakan oleh Suku Dani tersebut. Ratusan masyarakat Suku Dani akan berkumpul dengan mengenakan koteka bagi pria dan jerami kombou bagi wanita, lalu menari di lapangan. Selain pagelaran tarian, festival ini juga menampilkan aksi perang-perangan dan berbagai perlombaan seperti memanah. Anda juga dapat menyaksikan para mama membuat kerajinan khas Lembah Baliem berupa noken, kalung, dan tas. Festival yang menampilkan selebrasi adat nan semarak ini biasanya diselenggarakan setiap pertengahan tahun.

2. Festival Raja Ampat

Festival Raja Ampat

Seiring dengan semakin terkenalnya Raja Ampat sebagai tujuan wisata, Festival Raja Ampat pun diselenggarakan untuk menambah daya pikat Raja Ampat di mata wisatawan. Dalam festival ini Anda akan melihat suasana bak konser dimana terdapat gerbang masuk, panggung, sound system, stand pameran dan souvenir. Meskipun terdapat sentuhan modern, namun Festival Raja Ampat tetap menonjolkan sisi tradisionalnya. Biasanya Festival Raja Ampat diselenggarakan di Pantai Waisai Torang Cinta, dimana para peserta yang berasal dari berbagai wilayah memeriahkan festival ini dengan menampilkan aksi tarian Lalayon, Cakalele, dan Wor.

3. Festival Danau Sentani

Festival Danau Sentani

Ada Festival Lembah Baliem yang diadakan di pegunungan. Ada juga Festival Danau Sentani yang digelar di tepi air. Masyarakat Desa Sentani menggelar festival bertemakan air dengan menampilkan selebrasi adat, tari-tarian, dan kostum. Serunya, mereka akan menaiki perahu yang berhiaskan atribut dari daun kelapa dengan mengenakan pakaian adat masing-masing, lalu menari sambil membawa hasil buruan dan panen. Yang cukup ekstrim dalam festival ini adalah pertunjukan Tari Buaya, dimana masyarat menangkap buaya hidup sungguhan, mengikatnya, lalu mengaraknya berramai-ramai.

4. Festival Kamoro

Festival Kamoro

Dibandingkan ketiga festival sebelumnya, Festival Kamoro termasuk sepi. Tidak begitu banyak Suku Kamoro yang terlibat dalam festival ini. Meskipun begitu, Festival Kamoro tetaplah seru. Festival dibuka dengan penampilan Tari Kasuari oleh seseorang yang berkonstum penuh bulu dan para pria yang menari seperti pemburu. Mereka juga akan mengajak para wisatawan untuk ikut menari. Setelah itu, ada acara makan yang cukup ekstrim, yaitu memakan sagu bakar dengan menggunakan lauk Cacing Tambelo dan ulat sagu. Cacing Tambelo merupakan makanan pokok Suku Kamoro.

Bentuk cacing ini memanjang seperti tentakel cumi-cumi, berwarna putih, dan bertekstur empuk sehingga mudah dikonsumsi. Cacing Tambelo dipercaya dapat menambah keperkasaan pria. Biasanya masyarakat Suku Kamoro memakan Cacing Tambelo dalam keadaan mentah, dengan mengangkatnya tinggi-tinggi di atas mulut lalu memasukkannya ke mulut dan mengunyahnya pelan. Jika Anda merasa jijik, Anda dapat merendam Cacing Tambelo terlebih dahulu di dalam air jeruk nipis. Memakan Cacing Tambelo seperti sedang memakan cumi-cumi. Sementara itu, ulat sagu merupakan sumber protein utama bagi masyarakat Suku Kamoro. Ulat Sagu ini merupakan ulat seukuran ibu jari yang hidup di batang pohon sagu. Sama seperti memakan Cacing Tambelo, Ulat Sagu pun biasa dimakan dalam keadaan mentah.

Namun jika Anda merasa jijik untuk memakannya mentah, Anda dapat membakarnya seperti sate. Rasanya memang menjadi jauh lebih enak. Untuk memakan ulat sagu, Anda harus memegang kepalanya, kemudian menggigit badannya. Kepala ulat sagu sangat keras sehingga tidak dapat dimakan. Ulat sagu terasa kenyal, teksturnya seperti karet, dagingnya seperti lemak, rasanya nyaris tawar, dan aromanya seperti nangka. Anda harus mencobanya sendiri untuk tahu rasanya. Perlu diketahui, ulat sagu memiliki kandungan gizi yang tinggi terutama proteinnya. Sepuasnya menikmati ulat sagu dan Cacing Tambelo bersama Suku Kamoro, selanjutnya saksikanlah ritual pemasangan kulit pada alat musik Tifa sambil diolesi darah. Mengingat Suku Kamoro sangat pandai mengukir, Anda tidak boleh lupa membeli ukiran Papua sebagai oleh-oleh.

Setelah mengetahui bahwa Indonesia punya beragam budaya dan festival yang tidak kalah keren dengan negara lain, maka kita harus bangga telah menjadi warga negara Indonesia. Jika Anda sedang berlibur ke bagian timur Indonesia, jangan melewatkan festival-festival di atas ya! dijamin akan memberikan kesan yang tidak pernah terlupakan.

4 Festival Hebat Di Ujung Timur Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: nanda f gustian

0 komentar:

Tentang GudangAlamat.Com

Selamat datang di gudangalamat.com situs penyedia pencarian alamat dan objek wisata di Indonesia dan dunia. Untuk mencari data alamat perusahaan maupun alamat lain yang ingin Anda cari, gunakanlah kolom pencarian alamat pada kotak telusur dibagian atas sebelah kanan dengan cara memasukkan kata kunci yang ingin Anda cari.

Gudangalamat.com menyediakan direktori alamat perusahaan/kantor, database email dan nomor telpon penting di Indonesia, cari alamat perusahaan, cari nomer telepon, cari peta alamat dan lain sebagainya yang terangkum dalam database direktori alamat yang ada di gudangalamat.com