Jumat, 26 Juni 2015

Megahnya Taman Sari, Istana Air Di Kota Yogyakarta

Megahnya Taman Sari, Istana Air Di Kota Yogyakarta. Siapa yang tidak mengenal Taman Sari? Salah satu ikon wisata Yogyakarta ini merupakan taman yang dibangun Sultan Hamengku Buwono untuk istrinya yang selalu menemaninya saat terjadi perang. Taman Sari berupa bangunan yang sangat indah dengan arsitek yang menawan. Bangunannya pun kokoh dengan pilar-pilar besar. Bangunan Taman Sari yang menampilkan banyak keindahan arsitektur ini membuat para pengunjungnya merasa betah.

Taman Sari sendiri dibangun dengan memadukan arsitektur Jawa dan Eropa sehingga bangunan ini mirip dengan bangunan di Eropa. Hal ini tidak begitu mengherankan, karena memang Sultan Hamengku Buwono I yang meminta arsitek asal Portugis sebagai ahli struktur bersama Raden Ronggo Prawirosentiko yang berperan sebagai arsitek. Pembangunan Taman Sari memerlukan waktu lama karena memang penataan tempat dan pencahayaan bangunan interior dan eksterior sangat diperhatikan. Bangunan Taman Sari selesai pada saat pemerintahan Sultan Hamengku Buwono II. Seperti taman-taman khusus keluarga Keraton pada biasanya, Taman Sari pun dilengkapi ruang khusus untuk raja, ruang untuk para selir dan putri, dan kolam pemandian. Taman Sari juga dilengkapi banyak lorong bawah tanah yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan dan tempat perlindungan bagi keluarga Sultan saat ada serangan musuh.

Megahnya Taman Sari, Istana Air Di Kota Yogyakarta

Sekarang waktunya Anda memasuki Taman Sari dan menikmati keindahan bangunannya. Kini Taman Sari memiliki dua pintu masuk utama yang bernama Gapuro Agung di sebelah barat dan Gapuro Panggung di sebelah timur. Sekilas memangdang Gapuro, Anda akan merasakan nuansa arsitektur asli Jawa, dimana Gapuro menggambarkan sayap burung garuda, sulur tanaman, dan ekor. Selain dipengaruhi oleh gaya Eropa, bangunan Taman Sari juga dipengaruhi oleh agama Islam, Hindu, Budha, dan Kebudayaan Cina, dimana seluruhnya melebur menjadi satu.

Taman Sari juga dilengkapi sebuah ruangan peristirahatan raja. Salah satu bagian dirancang sebagai dapur penyiapan hidangan istimewa untuk raja. Sementara di sisi timur terdapat bangunan persemedian dan beberapa bak mandi untuk selir. Selama bersemedi, sang raja harus berkonsentrasi agar tidak terbujuk dengan godaan para selir yang sengaja membuyarkan persemediannya. Konon, bila raja mampu menahan godaan para selir, raja dapat bertemu dengan Ratu Pantai Selatan yang merupakan istri Raja Yogyakarta. Namun jika raja tidak tahan dengan godaan para selir, maka ia pun akan memilih salah satu selir untuk menemaninya bersemedi. Selanjutnya beranjaklah menuju terowongan masjid bawah tanah. Terowongan ini berbentuk seperti cincin, sementara masjid yang terdiri dari dua lantai dirancang apik dengan dihubungkan oleh anak tangga. Bagian atas untuk jamaah laki-laki, sementara bagian bawah untuk jamaah perempuan. Bangunan masjid ini memiliki sisi akustik yang baik, dimana suara pemimpin shalat dapat terdengar dengan baik ke seluruh penjuru.

Megahnya Taman Sari, Istana Air Di Kota Yogyakarta

Selain ruangan-ruangan penting di atas, masih ada Gedung Kenongo yang merupakan tempat tertinggi Taman Sari yang dulunya digunakan raja untuk bersantap saji sambil menikmati pemandangan Taman Sari bagian bawah. Dari Gedung Kenongo inilah Anda bisa menikmati Taman Sari secara keseluruhan dan matahari terbenam yang berwarna keemasan. Yang tak boleh terlewatkan tentu Kolam Pemandian yang diperuntukkan bagi keluarga Sultan. Di kolam pemandian tersebut, Anda dapat mendengarkan gemericik air yang mengalir riuh. Air pemandian yang jernih ditampung dalam bak-bak yang mengelilinginya. Adapun kolam pemandian ini terbagi menjadi tiga yaitu Umbul Panguras atau kolam raja, Umbul Pamuncar atau kolam selir raja, dan Umbul Kawitan atau kolam putra-putri raja.

Taman Sari adalah sebuah taman yang dirancang dengan sempurna pada zaman pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I yang hingga kini masih terjaga dengan baik meski telah banyak mengalami pembangunan akibat bencana gempa bumi beberapa waktu lalu. Yang perlu diingat, Anda harus menghindari penggunaan pakaian mini untuk menghormati adat-istiadat setempat. Taman Sari berjarak 500 meter dari sisi barat daya keraton. Untuk mencapainya, Anda bisa melalui Pasar Ngasem. Taman Sari dibuka untuk umum setiap hari Senin hingga Minggu mulai dari pukul 09.00 hingga pukul 15.30 WIB. Untuk masuk ke dalam Taman Sari, wisatawan lokal dikenakan tarif Rp 3000, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp 7000. Jika ingin mengetahui Taman Sari lebih banyak, Anda bisa memanfaatkan jasa tour guide dengan tarif Rp 25.000, namun biasanya tour guide akan meminta sukarela tanpa menyebutkan besaran tarif.

Megahnya Taman Sari, Istana Air Di Kota Yogyakarta Rating: 4.5 Diposkan Oleh: nanda f gustian

0 komentar:

Tentang GudangAlamat.Com

Selamat datang di gudangalamat.com situs penyedia pencarian alamat dan objek wisata di Indonesia dan dunia. Untuk mencari data alamat perusahaan maupun alamat lain yang ingin Anda cari, gunakanlah kolom pencarian alamat pada kotak telusur dibagian atas sebelah kanan dengan cara memasukkan kata kunci yang ingin Anda cari.

Gudangalamat.com menyediakan direktori alamat perusahaan/kantor, database email dan nomor telpon penting di Indonesia, cari alamat perusahaan, cari nomer telepon, cari peta alamat dan lain sebagainya yang terangkum dalam database direktori alamat yang ada di gudangalamat.com