Jumat, 28 Agustus 2015

Gua Pindul, Asyiknya Menyusuri Gua di Gunungkidul

Gua Pindul, Asyiknya Menyusuri Gua Di Gunungkidul Yogyakarta sangat terkenal sebagai tujuan wisata budaya, sejarah, dan edukasi. Namun tahukah kamu bahwa di wilayah yang penuh dengan seniman ini terdapat banyak wisata alam yang wajib dikunjungi. Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu wilayah di Yogya yang memiliki banyak pantai, seperti Pantai Krakal, Pantai Indrayanti, dan Pantai Sundak. Selain pantai-pantai cantik, Gunungkidul juga terkenal dengan satu guanya yakni Gua Pindul. 

Sumber Gambar : papuytraveler.com

Legenda Gua Pindul
Berdasarkan legenda yang berkembang di masyarakat, pemberian nama terhadap gua-gua di Bejiharjo berkaitan dengan cerita perjalanan Joko Singlulung untuk mencari sang ayah. Setelah Joko menjelajahi sungai, hutan lebat, dan gunung, Joko pun mulai memasuki gua-gua di Bejiharjo. Ketika Joko masuk ke dalam salah satu gua, tiba-tiba kepala Joko Singlulung membentur batu. Semenjak itu gua tersebut diberi nama Gua Pindul yang berarti pipi gebendul.

Cave Tubing Gua Pindul
Gua Pindul merupakan gua yang terbentuk secara alami dan menjadi tempat aliran sungai di bawah tanah. Di tempat ini, wisatawan bisa menyusuri sungai di dalam gua dengan menggunakan ban pelampung selama 45-60 menit . Wisata gua ini lebih dikenal dengan cave tubing. Selama menyusuri gua, wisatawan akan menyaksikan pemandangan alam yang indah seperti stalaktit dan stalagmit. Sebagian besar wisatawan tidak terlalu merasakan air sungai yang dingin karena terlalu fokus pada pemandangan di dalam gua.

Pada awalnya, wisatawan akan diajak menyusuri gua dalam keadaan terang, selanjutnya mulai memasuki area yang gelap, berlanjut ke area yang gelap sama sekali, dan sampailah di titik keluar yakni di hilir gua. Lintasan yang harus dilalui yakni sepanjang 300 meter, sementara kedalaman gua mencapai belasan meter.

Meskipun begitu, arus sungai yang tenang tidak akan membahayakan wisatawan, baik dewasa maupun anak-anak. Sambil menyaksikan keindahan panorama gua, pemandu akan menceritakan asal-usul Gua Pindul. Selain menceritakan asal-usul Gua Pindul, pemandu juga akan menceritakan berbagai ornamen yang dilewati sepanjang penyusuran.

Ornamen Gua Pindul
Selain stalaktit dan stalagmit yang wajib dimiliki setiap gua, Gua Pindul juga memiliki moonmilk, batu Kristal, dan pilar raksasa yang terbuat dari pertemuan antara stalaktit dan stalagmit yang berusia ribuan tahun. Konon, terdapat stalaktit yang bisa membuat cantik, yakni sebuah stalaktit yang memiliki tetesan air yang akan mempercantik wanita yang terkena tetesan tersebut dan ada juga stalakmit jantan yang bisa menambah keperkasaan bila wisatawan pria memegangnya.

Pada atap gua terdapat beberapa lukisan alam yang diciptakan kelelawar. Suasana gua yang gelap gulita memang menjadi idaman para kelelawar. Di tengah-tengah gua, ada sebuah tempat seperti kolam besar yang biasa digunakan para wisatawan untuk beristirahat sejenak. Setelah selesai menjelajahi gua, masing-masing wisatawan akan diberikan wedang jahe oleh pihak pengelola. Lumayan, untuk menghangatkan tubuh sehabis berdingin ria di dalam gua.

Cave tubing bisa dilakukan tanpa persiapan khusus, karena seluruh peralatan sudah disediakan pengelola, seperti ban pelampung, head lamp, dan life vest. Jika Anda ingin merasakan suasana yang enak di dalam gua, sebaiknya Anda melakukan cave tubing saat pukul 09.00-10.00 WIB. Di waktu seperti ini, cuaca sangat cerah, Anda bisa melihat sinar matahari yang masuk ke dalam gua melalui atap gua.

Waktu dan Akses
Setiap harinya Gua Pindul dibuka untuk umum mulai pukul 07.00 hingga pukul 16.00 WIB. Untuk mencapai Gua Pindul tidaklah sulit, dari Yogyakarta, wisatawan bisa langsung ke Gunungkidul, tepatnya ke Terminal Wonosari. Setelah itu, wisatawan tinggal menyewa ojek untuk sampai di Gua Pindul. Jika ingin lebih praktis, wisatawan juga bisa menggunakan travel agent . Bila wisatawan ingin menginap, penduduk sekitar siap menjadikan rumahnya sebagai home stay.
Wisata Gua Pindul memang sudah sangat masyhur di Indonesia. Selain dari dalam negeri, wisatawan mancanegara juga ikut meramaikan gua ini, seperti Jepang, India, Belanda, Australia, Malaysia, dan Belanda. Maka itu, tidaklah salah bila muncul sebuah jargon “Tidak sah ke Gunungkidul, jika tidak mampir ke Gua Pindul”. Selain Gua Pindul, wisatawan bisa mencoba aneka wisata lain di sekitar Desa Beringharjo, seperti Gua Jelatik yang kering dan banyak kelelawar dan Sungai Oya.

Gua Pindul, Asyiknya Menyusuri Gua di Gunungkidul Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Julli Dellia

0 komentar:

Tentang GudangAlamat.Com

Selamat datang di gudangalamat.com situs penyedia pencarian alamat dan objek wisata di Indonesia dan dunia. Untuk mencari data alamat perusahaan maupun alamat lain yang ingin Anda cari, gunakanlah kolom pencarian alamat pada kotak telusur dibagian atas sebelah kanan dengan cara memasukkan kata kunci yang ingin Anda cari.

Gudangalamat.com menyediakan direktori alamat perusahaan/kantor, database email dan nomor telpon penting di Indonesia, cari alamat perusahaan, cari nomer telepon, cari peta alamat dan lain sebagainya yang terangkum dalam database direktori alamat yang ada di gudangalamat.com