Kamis, 06 Agustus 2015

Kampung Code Yogyakarta, Gambaran Kehidupan Masyarakat Miskin Di Kota

Kampung Code Yogyakarta, Gambaran Kehidupan Masyarakat Miskin Di Kota Ingat tidak dengan pemukiman warga yang menjadi latar film Jagad X Code yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman pada tahun 2008 lalu? Ya, itulah Kampung Code. Bagi mereka yang menetap di Jogja atau pernah tinggal di Jogja, Bantaran Kali Code sudah tidak terdengar asing lagi.

Kampung Code Yogyakarta

Telah banyak peneliti yang melakukan penelitian terhadap kehidupan sosial masyarakat di kampung ini. Sebelum kehadiran Romo Mangun pada tahun 1984 yang melakukan penataan terhadap Kampung Code, ada cerita sedih yang dialami warga kampung ini.

Sejarah Kampung Code
Kampung Code menggambarkan kehidupan masyarakat miskin yang tinggal di kota. Bangunan rumah dibuat seadanya dengan triplek dan kardus. Saat musim hujan tiba, tidak jarang rumah-rumah sederhana tersebut hanyut. Pada tahun 1984, pemerintah berencana merelokasi wilayah Kampung Code dengan alasan wilayah tersebut tidak memenuhi kebutuhan hidup layak. Namun masyarakat menolak.
Pada awalnya, Kampung Code adalah pemukiman liar yang kumuh dan suram. Oleh karena status tanah di bantaran kali ini tidak bertuan, banyak orang yang belum memiliki hunian memanfaatkannya sebagai tempat tinggal walau dengan bangunan seadanya. Kala itu penduduk Kampung Code terdiri dari pemulung, pengamen jalanan, pengemis, bahkan pencuri dan pencopet. Tidaklah mengherankan bila penampilan Kampung Code sangat kumuh. Bagaimana tidak, barang-barang bekas yang dibawa pemulung ditimbun begitu saja di kampung ini. 

Pada suatu waktu pasca terjadinya banjir, datanglah Romo Mangun yang didorong oleh rasa kemanusiaan. Kedekatannya dengan masyarakat mendorongnya untuk menata kampung tersebut menjadi lebih sehat. Ia pun menata ulang pemukiman sehingga memiliki WC umum, perpustakaan, tempat belajar, tempat bermain, dan tempat pertemuan warga. Romo Mangun juga menata ulang rumah-rumah mereka dengan membuatnya dari kayu dan dinding ayaman bambu dan mengecatnya dengan ornament khas Jogja. Rumah-rumah ini disewakan dengan tarif Rp 1000 per bulan.

Gedung serbaguna dimanfaatkan sebagai rumah singgah bagi anak jalanan, pemulung, pengemis, hingga pencuri untuk mensosialisasikan pengetahuan umum dan pendidikan, menonton televisi, membaca, dan bermain. Romo Mangun juga membantu berubahnya mental masyarakat hingga profesi mereka lebih baik dibanding sebelumnya, seperti menjadi tukang parkir, pedagang, dan karyawan toko. Hasil penataan Kampung Code oleh Romo Mangun dan masyarakat membawa mereka mendapatkan penghargaan internasional pada tahun 1992 yaitu Aga Khan Award for Architecture. 

Konvensi Tak Tertulis Kampung Code
Kampung Code memiliki aset berupa rumah-rumah yang ditinggalkan Romo Mangun, dimana terdapat konvensi tak tertulis di dalamnya. Siapapun tidak boleh mengklaim kepemilikan rumah tersebut dan hanya warga Code yang belum memiliki rumah yang bisa menempatinya dengan biaya sewa yang murah.

Jika nanti keadaan ekonomi warga tersebut membaik, ia harus mengembalikan rumah tersebut untuk digunakan kembali oleh warga yang membutuhkannya. Sesama warga pun saling mengingatkan agar tidak mengembangkan rumah. Kendati pun ingin merenovasi, harus mengikuti karakteristik rumah Kampung Code agar identitas kampung yang sederhana dan asri tetap terjaga.

Kampung Code Kini
Kini, Kampung Code sudah terlihat lebih bersih dengan penataan rumah yang rapi. Memasuki gapura kelurahan, tepatnya di sisi kanan jalan, anda bisa melihat sebuah rumah panggung dengan sekat-sekat menyerupai rumah susun. Inilah rumah pertama karya Romo Mangun pada tahun 1984.

Tidak hanya itu, kini hampir seluruh rumah di Kampung Code dicat dengan warna cerah, yaitu kuning, merah, putih, dan biru. Berpadu dengan pantulan cahaya matahari, wajah Kampung Code terlihat indah dari kejauhan atau dari atas Jembatan Gondolayu. Bahkan penampilan Kampung Code kini terlihat seperti Perkampungan Kickstarter, Rio de Janeiro, Brasil.

Bagi Anda yang ingin merasakan kehidupan sosial masyarakat Kampung Code, bisa datang dan menginap. Beberapa rumah warga telah disediakan untuk wisatawan yang ingin menginap. Harga sewa yang ditetapkan pun cukup terjangkau.

Fasilitas dan Akses
Letak Kampung Code yang berada di pusat kota Yogyakarta menjadikan daerah ini dikelilingi oleh banyak fasilitas umum seperti penginapan kelas ekonomi hingga kelas berbintang, warung tradisional dan warung sembako, jasa pencuci pakaian. Lokasi Kampung Kali Code berada di Kelurahan Kota Baru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Letaknya yang berada di pusat kota, memudahkan siapa pun untuk menjangkaunya.

Untuk mencapai Kampung Code, anda bisa menggunakan kendaraan apa pun. Akan tetapi, kampung ini tidak menyediakan lokasi untuk memarkir kendaraan pribadi. Jadi, Anda harus memarkirnya di lokasi sekitar Kampung Code. Untuk menikmati keasrian Kampung Code, Anda tidak dikenakan biaya sepeser pun. Cukup dengan menjaga kebersihan dan keasrian kampung, dengan membuang sampah pada tempatnya dan tidak menngotori bangunan.

Tertarik untuk mengunjungi Kampung Code ini? Yuk mampir jika Anda sedang berada di Yogyakarta atau lagi bingung-bingung menentukan tujuan liburan Anda.

Kampung Code Yogyakarta, Gambaran Kehidupan Masyarakat Miskin Di Kota Rating: 4.5 Diposkan Oleh: nanda f gustian

0 komentar:

Tentang GudangAlamat.Com

Selamat datang di gudangalamat.com situs penyedia pencarian alamat dan objek wisata di Indonesia dan dunia. Untuk mencari data alamat perusahaan maupun alamat lain yang ingin Anda cari, gunakanlah kolom pencarian alamat pada kotak telusur dibagian atas sebelah kanan dengan cara memasukkan kata kunci yang ingin Anda cari.

Gudangalamat.com menyediakan direktori alamat perusahaan/kantor, database email dan nomor telpon penting di Indonesia, cari alamat perusahaan, cari nomer telepon, cari peta alamat dan lain sebagainya yang terangkum dalam database direktori alamat yang ada di gudangalamat.com