Kamis, 13 Agustus 2015

Mengenal Presiden Soekarno di Rumah Pengasingannya di Bengkulu

Mengenal Presiden Soekarno di Rumah Pengasingannya di Bengkulu Pelajaran Sejarah di masa SD tentu pernah menyebutkan peristiwa pengasingan Bung Karno di Bengkulu. Nah, bagi anda yang merasa penasaran seperti apa rumah yang ditempati Bung Karno saat diasingkan, silahkan menyambangi sebuah rumah yang berlokasi di Jl. Soekarno Hatta di Kel. Anggut Atas Kec. Gading Cempaka, Bengkulu.

Rumah Pengasingan di Bengkulu
Lokasi rumah ini berada di pusat kota Bengkulu sehingga tidak sulit untuk menjangkaunya. Dari tepi jalan terlihat dengan jelas sebuah rumah dengan halaman luas dan struktur rumah yang terbuat dari kayu, yang menandakan bahwa rumah ini merupakan rumah lama. 

SejarahPada awalnya, rumah ini merupakan rumah milik Tan Eng Cian, seorang pengusaha Tionghoa yang saat itu bekerja sebagai penyuplai sembako bagi Pemerintah Hindi Belanda. Arsitektur Cina masih terlihat jelas di rumah ini lewat lubang angin di atas jendela dan pintunya yang dihiasi motif huruf Cina.

Selanjutnya, rumah ini disewa oleh Pemerintah Hindia Belanda kepada Tan Eng Cian untuk menempatkan Bung Karno selama masa pengasingan di Bengkulu, mulai dari tahun 1938 sampai tahun 1942. Adapun pemilihan Bengkulu sebagai lokasi pengasingan dikarenakan lokasinya yang terpencil dan sulitnya akses.

Kini rumah pengasingan Bapak Proklamator Indonesia ini telah menjadi salah satu tujuan wisata sejarah di Bengkulu selain Benteng Marlborough. Saat akhir pekan, rumah ini ramai dikunjungi wisatawan, terlebih lagi saat liburan sekolah. Siapapun yang datang ke Bengkulu seperti merasa kurang lengkap bila belum mengunjungi rumah pengasingan ini.

Benda-Benda Peninggalan Bung KarnoDi rumah pengasingan ini, Bapak Proklamator sibuk menyusun strategi perjuangan. Benda-benda yang menemaninya selama menyusun strategi tersebut masih tersimpan di dalam rumah pengasingan ini. Anda bisa melihat secara langsung sepeda onthel kesayangan Bapak Proklamator selama di Bengkulu, sejumlah foto di beberapa ruangan seperti foto saat berpidato, foto saat bertemu dengan Ibu Fatmawati, surat cinta untuk Ibu Fatmawati, dan beragam buku milik Bung Karno yang mayoritas berbahasa Belanda yang tersimpan di dua lemari kaca.

Beberapa koleksinya antara lain “Het Post Zegelboek”, “Katholieke Jeugdbubel”, “Jong Java’s Life en Leed”, “Plammarion in Het Stervensuur”, “The Automatic Letter Writer”, “Mia Bruyn-Buwehand”, dan “de Rhynmonders”.  Selain itu, terdapat juga beberapa kostum untuk pertunjukan grup tonil yang diasuh Bung Karno selama di Bengkulu.

Dalam masa pengasingannya, Bung Karno menulis naskah berjudul “Monte Carlo” yang kemudian dipentaskan. Beberapa kostum tonil yang terdapat di rumah ini menjadi bukti bahwa “Monte Carlo” karangannya pernah dipentaskan. Dalam satu ruangan, anda akan menemukan mesin jahit yang dahulunya digunakan Ibu Fatmawati.

Aneka perlengkapan rumah tangga yang digunakan Bung Karno semasa dulu pun masih tersimpan rapi di rumah ini. Di bagian belakang rumah pengasingan, terdapat sebuah sumur yang diyakini mampu memberikan berkah. Mengetahui itu, banyak orang yang sering mencuci muka ataupun berwudhu dengan air sumur tersebut.

Waktu Kunjungan Bagi anda yang ingin mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno ini, sebaiknya berkunjung pada hari kerja, bukan hari libur, dikarenakan saat hari libur pengunjung akan membludak. Jika ingin tahu lebih banyak mengenai sejarah pengasingan Bung Karno, bisa langsung bertanya kepada petugas yang telah lama bekerja di sana. Bisa saja anda mendapatkan informasi yang menarik, yang mungkin tidak akan anda temukan di buku sejarah.
Rumah Ibu FatmawatiBerada tidak jauh dari rumah pengasingan Bung Karno, terdapat rumah kediaman Ibu Fatmawati. Rumah yang berbentuk panggung dan berwarna cokelat ini merupakan ciri rumah tradisional Sumatera dan kini telah menjadi objek wisata sejarah juga di Kota Bengkulu.

Sama halnya seperti di rumah pengasingan Bung Karno, di rumah ini kita juga bisa menemukan berbagai perabotan rumah tangga dan benda-benda milik Ibu Fatmawati, termasuk mesin jahit yang dulunya digunakan Ibu Fatmawati untuk menjahit bendera pusaka yang dikibarkan saat 17 Agustus 1945.
Akses Menuju Rumah Pengasingan Bung KarnoRumah Pengasingan Bung Karno berlokasi di Jl. Soekarno Hatta, Kel. Anggut Atas. Untuk mencapainya, anda bisa menggunakan bus jurusan Alun-alun Bengkulu dari Terminal Bengkulu kemudian turun di depan Benteng Marlborough. Rumah pengasingan ini berada sekitar 1,6 kilometer dari Benteng Marlborough. Anda bisa berjalan kaki untuk mencapainya.

Mengenal Presiden Soekarno di Rumah Pengasingannya di Bengkulu Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Julli Dellia

0 komentar:

Tentang GudangAlamat.Com

Selamat datang di gudangalamat.com situs penyedia pencarian alamat dan objek wisata di Indonesia dan dunia. Untuk mencari data alamat perusahaan maupun alamat lain yang ingin Anda cari, gunakanlah kolom pencarian alamat pada kotak telusur dibagian atas sebelah kanan dengan cara memasukkan kata kunci yang ingin Anda cari.

Gudangalamat.com menyediakan direktori alamat perusahaan/kantor, database email dan nomor telpon penting di Indonesia, cari alamat perusahaan, cari nomer telepon, cari peta alamat dan lain sebagainya yang terangkum dalam database direktori alamat yang ada di gudangalamat.com