Jumat, 04 September 2015

5 Tempat Di Kotagede Untuk Mempelajari Sejarah Kerajaan Mataram Islam

5 Tempat Di Kotagede Untuk Mempelajari Sejarah Kerajaan Mataram Islam. Yogyakarta, kota kecil yang hebatnya menjadi salah satu tujuan wisata favorit wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara selain Bali. Yogyakarta memang memiliki banyak tempat-tempat menarik yang wajib dikunjungi, mulai dari wisata alam, belanja, pendidikan, seni budaya, hingga sejarah. Mengenai wisata sejarah di Yogyakarta, tentu kita tak dapat lepas membicarakan Kotagede. Kotagede Yogyakarta merupakan tujuan wisata budaya yang erat dengan nuansa sejarah. Bagi Anda yang ingin memiliki rasa ingin tahu yang kuat akan sejarah, Kotagede bisa menjadi tujuan wisata yang tepat.

Dulunya, Kotagede merupakan ibukota Kerajaan Mataram Islam dan berkembang begitu pesat. Namun akhirnya Kerajaan Mataram Islam pecah karena konflik internal. Meski tak lagi menjadi ibukota Kerajaan Mataram Islam, Kotagede tetap ramai bahkan penduduknya semakin bertambah. Di zaman modern seperti sekarang ini, sejumlah peninggalan masa kerajaan tetap terjaga utuh, seperti Masjid Kotagede, Kompleks Makam Raja-Raja Mataram, dan Rumah Tradisional. Untuk mengenalnya lebih jauh, mari simak ulasan berikut. 


Masjid Agung Kotagede
Masjid Agung Kotagede
Sumber Gambar : swaragamafm.com
Inilah masjid tertua di Yogyakarta yang berdiri pada tahun 1640-an. Sebelum memasuki kompleks masjid, Anda akan disambut oleh pohon beringin yang konon telah berusia ratusan tahun. Karena usia tuanya itu, masyarakat setempat menamainya “Wringin Sepuh” dan dianggap dapat mendatangkan berkah. Bangunan inti Masjid Agung Kotagede merupakan bangunan Jawa dengan atap berbentuk limas dan ruangan yang terbagi menjadi inti dan serambi. Pada bagian luar inti masjid terdapat bedug yang juga sudah berusia tua yang hingga kini masih dibunyikan sebagai penanda sholat.

Di dalam masjid terdapat sebuah mimbar khotbah yang diukir indah dan merupakan pemberian Adipati Palembang. Namun agar tidak sampai rusak, mimbar ini jarang digunakan. Sebagai gantinya, penduduk setempat menggunakan mimbar kecil. Masjid yang kini telah berusia ratusan ini tetap hidup dan masih digunakan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan.

Kompleks Makam Raja-Raja Mataram
Kompleks Makam Raja-Raja Mataram
Sumber Gambar : www.indonesiakaya.com
Kompleks makam ini merupakan tempat peristirahatan terakhir raja Mataram pertama, Panembahan Senopati dan sejumlah tokoh penting lainnya, seperti Sultan Hadiwijaya, Ki Gede Pemanahan, beserta anggota keluarganya. Untuk masuk ke kompleks makam ini, pengunjung diharapkan mengenakan busana adat Jawa. Selain itu, pengunjung juga hanya diperbolehkan memasuki makam pada hari senin, kamis, jumat, dan minggu dengan rentang waktu pukul 08.00-16.00. Pengunjung juga tak diperbolehkan mengenakan perhiasan emas dan memotret. Memasuki makam, Anda akan merasakan suasana tenang, rapi, dan sangat khusuk. Keluarga keraton memang sangat menjaga kelestarian ini. Di samping kompleks makan, Anda akan melihat sendang yang dikerjakan oleh Panembahan Senopati dan Ki Ageng Pemanahan.

Di sana terdapat pemandian khusus pria dan wanita. Konon, air pemandian pria didapatkan dari sumber air di kompleks makam, sedangkan air pemandian wanita didapatkan dari sumber pohon beringin di gerbang utama. Konon, pohon beringin yang telah berusia lebih dari 500 tahun ini ditanam oleh Sunan Kalijaga. Bentuknya yang besar dan tinggi membuat pohon beringin seolah menjadi pelindung kompleks makam Kotagede.

Rumah Tradisional
Rumah Tradisional
Sumber Gambar : www.initempatwisata.com
Berseberangan dengan kompleks makam terdapat rumah tradisional Jawa. Berjalanlah 50 meter ke arah selatan, Anda akan menemukan tembok gapura rendah lengkap dengan plakat bertuliskan “Cagar Budaya”. Melewati gapura tembok itu, Anda akan dibuat kagum oleh rumah-rumah tradisional Kotagede yang tetap terawatt dengan baik, bahkan masih berfungsi sebagai tempat tinggal.

Pasar Tradisional Kotagede
Pasar Tradisional Kotagede
Sumber Gambar : www.initempatwisata.com
Masyarakat lebih mengenal pasar tradisional Kotagede ini dengan Pasar Legi karena kondisi pasar yang selalu lebih ramai saat Legi dibanding hari-hari lainnya. Sebagaimana pasar tradisional umumnya, Pasar Tradisional Kotagede juga menyediakan sembako, sandang, kebutuhan rumah tangga, jajanan pasar, alat-alat pertanian, dan sebagainya.

Pasar Tradisional Kotagede tak lepas dari sejarah Kotagede di masa lampau. Pasalnya pasar ini telah ada sejak abad ke-16. Berbelanja ataupun sekedar berjalan-jalan di kawasan pasar ini akan membawa Anda ke suasana masa lalu melalui bangunan-bangunan bersejarahnya.

Reruntuhan Benteng
Reruntuhan Benteng
Sumber Gambar : potensiwisata.bantulkab.go.id
Dulu Panembahan Senopati membangun Benteng Cepuri dan paritnya di sekitar istana, yang ditujukan sebagai benteng pertahanan keraton. Hingga kini reruntuhan benteng dan parit masih bisa terlihat.

Untuk sampai ke Kotagede, Anda dapat mengikuti rute Bandara Adi Sucipto-Pertigaan Janti-Ring Road-Jogja Electronic Centre-Kotagede. Berjalan-jalan di kawasan Kotagede akan memperkaya pengetahuan Anda mengenai sejarah Kerajaan Mataram Islam di Jawa.

itulah informasi wisata untuk mengetahui sejarah kerajaan mataram, semoga bermanfaat!

5 Tempat Di Kotagede Untuk Mempelajari Sejarah Kerajaan Mataram Islam Rating: 4.5 Diposkan Oleh: nanda f gustian

0 komentar:

Tentang GudangAlamat.Com

Selamat datang di gudangalamat.com situs penyedia pencarian alamat dan objek wisata di Indonesia dan dunia. Untuk mencari data alamat perusahaan maupun alamat lain yang ingin Anda cari, gunakanlah kolom pencarian alamat pada kotak telusur dibagian atas sebelah kanan dengan cara memasukkan kata kunci yang ingin Anda cari.

Gudangalamat.com menyediakan direktori alamat perusahaan/kantor, database email dan nomor telpon penting di Indonesia, cari alamat perusahaan, cari nomer telepon, cari peta alamat dan lain sebagainya yang terangkum dalam database direktori alamat yang ada di gudangalamat.com