Senin, 21 September 2015

Desa Kedisan, Desa Cantik Di Kaki Gunung Batur Kintamani

Desa Kedisan di Bali merupakan desa wisata yang dianggap ideal untuk menikmati keindahan Danau Batur dari dekat. Selain itu, Desa Kedisan juga berfungsi sebagai tempat singgah sebelum mendaki Puncak Gunung Batur. Desa Kedisan sendiri berada di kawasan wisata Kintamani, Kabupaten Bangli.
Desa Kedisan, Desa Cantik Di Kaki Gunung Batur Kintamani
Sumber Gambar : as-photograph.blogspot.com
Adapun Desa Kedisan menawarkan suguhan alam yang hijau dan udara pegunungan yang sejuk. Di kawasan ini, Anda dapat mengarungi Danau Batur dengan perahu, bersepeda mengelilingi danau, ataupun trekking menjelajahi hutannya. Kombinasi pemandangan Danau Batur dan Gunung Batur, hijaunya alam pegunungan, dan udara sejuknya, menjadikan Desa Kedisan sangat layak untuk dikunjungi.

Restoran Apung
Restoran Apung yang menjadi bagian sebuah resor disebut-sebut sebagai ikon Desa Kedisan sehingga tak boleh terlewatkan. Adapun restoran yang terapung di atas Danau Batur ini menawarkan sensasi menyantap sajian yang berbeda, dengan pemandangan Gunung Batur dan alam yang mempesona. Sesekali mungkin Anda akan merasakan alunan arus danau. Tapi tak mengapa, itulah sensasinya. Adapun sebagian besar menu Restoran Apung ini adalah ikan tawar yang disajikan dalam berbagai cara, baik bakar maupun goreng. Dan biasanya ikan nila dan ikan mujair-lah yang paling banyak disajikan.

Desa Trunyan
Di tepian Danau Batur terdapat dermaga kecil yang menjadi titik untuk memulai penyeberangan ataupun tur berkeliling danau. Ada banyak perahu kecil yang siap mengantarkan Anda berkeliling Danau Batur selama 2 jam. Dari dermaga ini juga Anda dapat menyeberang menuju desa unik yakni Desa Trunyan. Tradisi penguburan di desa ini membuatnya menjadi unik, dimana mayat-mayat tidak dikremasi sebagaimana umumnya dilakukan warga Bali. Di Desa Trunyan, mayat-mayat disimpan di dalam batu besar yang memiliki 7 buah cekungan.

Uniknya, mayat-mayat tersebut tidak berbau busuk. Konon, Pohon Taru Menyan di Desa Trunyan mampu menetralisir baunya. Melangkahlah lebih dalam untuk melihat jejeran tengkorak manusia dan tulang-tulang lainnya. Bila beruntung, Anda dapat menemukan mayat yang masih baru dimakamkan. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua mayat dimakamkan di tempat ini. Hanya mereka yang meninggal secara wajar saja yang dapat dimakamkan di sini. Sementara mereka yang meninggal karena kecelakaan ataupun hal tidak wajar lainnya akan dimakamkan di Seme Cerik. Semenjak tradisi Desa Trunyan muncul ke permukaan, ada banyak wisatawan yang penasaran dan mengunjungi Desa Trunyan untuk membuktikan keunikannya secara langsung

Ngusabha Tegen
Datanglah pada bulan Agustus atau September untuk menikmati wisata budaya Desa Kedisan. Pada dua bulan ini, Desa Kedisan mengadakan upacara Ngusabha Tegen sebagai bentuk ucapan syukur kepada Dewi Kesuburan yang bertempat di Pura Dalem Prajapati. Dalam upacara itu, ribuan warga akan memikul sesajen sebagai persembahan ke lokasi upacara. Biasanya sesajen tersebut berupa sayuran, buah, ikan, dan sebagainya. Adapun semua persembahan dalam bentuk makanan harus dimasak dengan cara dikukus atau dibakar. Uniknya, semua sesajen harus serba dua puluh dan harus dihaturkan oleh seluruh kaum pria di Desa Kedisan.

Selain sebagai bentuk persembahan, upacara ini juga sebagai bentuk permohonan keselamatan dan kemakmuran. Secara turun-temurun, Ngusabha Tegen dilangsungkan berdasarkan tradisi yang tersurat pada Lontar Siwa Purana. Uniknya lagi, selama prosesi upacara berlangsung, diadakan pula cacah jiwa dengan membayarkan uang kepeng. Berdasarkan jumlah uang kepeng yang terkumpul, jumlah penduduk Desa Kedisan akan diketahui. Setelah terkumpul, uang kepeng tersebut ditanam di halaman pura sebagai bentuk laporan jumlah masyarakat kepada Ida Bhatara yang ada di Pura Dalem.

Kesenian
Desa Kedisan tak hanya bicara soal alam dan tradisi leluhur. Desa Kedisan juga merupakan desa kesenian yang menghasilkan kerajinan patung kayu, yang dapat Anda temukan di Banjar Bayad, Gianyar. Ada berbagai jenis patung yang dihasilkan Desa Kedisan, antara lain Patung Buddha, Patung Gajah, Kucing, dan lain sebagainya. Selain kerajinan patung kayu yang telah ada sejak 1970-an, Desa Kedisan juga membuat kerajinan mozaik berbahan kaca.

Di samping seni pahat, masyarakat Desa Kedisan juga melestarikan Kesenian Gambuh, yakni kesenian tari yang dipadukan dengan musik gamelan. Desa Kedisan Kintamani berjarak sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Denpasar. Untuk mencapainya, Anda dapat berkendara selama 1 jam perjalanan. Itulah Desa Kedisan, desa cantik di kaki Gunung Batur Kintamani.

Desa Kedisan, Desa Cantik Di Kaki Gunung Batur Kintamani Rating: 4.5 Diposkan Oleh: nanda f gustian

0 komentar:

Tentang GudangAlamat.Com

Selamat datang di gudangalamat.com situs penyedia pencarian alamat dan objek wisata di Indonesia dan dunia. Untuk mencari data alamat perusahaan maupun alamat lain yang ingin Anda cari, gunakanlah kolom pencarian alamat pada kotak telusur dibagian atas sebelah kanan dengan cara memasukkan kata kunci yang ingin Anda cari.

Gudangalamat.com menyediakan direktori alamat perusahaan/kantor, database email dan nomor telpon penting di Indonesia, cari alamat perusahaan, cari nomer telepon, cari peta alamat dan lain sebagainya yang terangkum dalam database direktori alamat yang ada di gudangalamat.com