Rabu, 23 Maret 2016

Sungai Bengawan Solo, Cerita Tentang Keindahan Alam dan Joko Tingkir

Bicara soal wisata Solo, rasanya tak lengkap jika tak membahas Sungai Bengawan Solo, sungai terpanjang di Pulau Jawa yang bersumber dari Pegunungan Kidul dan melintasi sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dulu, Bengawan Solo bermuara di Pantai Sadeng yang terletak di Gunungkidul. Namun karena terjadinya pergeseran lempeng bumi di Australia, dataran Pulau Jawa bagian selatan terangkat dan muara Bengawan Solo pun berpindah ke Jawa Timur, tepatnya di Gresik. Populernya lagu Bengawan Solo milik Gesang juga turut menambah kepopuleran Sungai Bengawan Solo. Bahkan di Jepang sendiri, lagu Bengawan Solo sangat diminati karena bertema tentang alam.



Fosil Manusia Purba

Dulu sekali terdapat tempat hidup manusia purba di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo. Hal ini didukung dengan temuan fosil manusia purba Pithecanthropus Erestus di Desa Trinil Jawa Timur oleh seorang peneliti Belanda, Eugene Dubois. Fosil manusia purba lainnya juga ditemukan di Desa Ngandong di Solo dan Sangiran. Penemuan fosil ini menghasilkan satu pemikiran sederhana bahwa sejatinya Sungai Bengawan Solo telah menjadi sumber kehidupan sejak dulu.


Legenda Joko Tingkir

Rasanya hampir seluruh sungai, danau, air terjun, gunung, dan pantai di Indonesia memiliki legenda tersendiri yang membuatnya tampak unik. Begitu pun halnya dengan Sungai Bengawan Solo yang erat dengan Legenda Joko Tingkir. Menurut cerita yang beredar di tengah masyarakat, dulunya Joko Tingkir pernah menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo dengan menggunakan perahu bambu. Ketika itu Joko Tingkir tengah melakukan perjalanan dari Sukoharjo menuju Desa Gerompol yang terletak di sisi timur Kerajaan Demak.

Di tengah perjalanan, puluhan buaya besar datang menyerang Joko Tingkir. Namun ia berhasil melawan serangan buaya-buaya itu dan akhirnya menang. Hebatnya, setelah mengalami kekalahan, buaya-buaya besar itu justru membantu Joko Tingkir dengan mendorong perahu bambunya. Beranjak dari legenda ini, kini Sungai Bengawan Solo memiliki tradisi tahunan Larung Getek Joko Tingkir untuk mengenang perjalananya sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke Sungai Bengawan Solo yang sejatinya memang sudah terkenal di kalangan wisatawan Nusantara. Sayangnya, karena terjadi pendangkalan di beberapa ruas Sungai Bengawan Solo, Larung Getek Joko Tingkir hanya diselenggarakan dari Sukaharjo sampai Sragen.


Festival Bengawan Solo

Sejak tahun 2014 yang lalu pemerintah kota Surakarta mengadakan Festival Bengawan Solo sebagai upaya peningkatan kunjungan wisata dan memberikan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan air. Dalam Festival Bengawan Solo ini, diadakan lomba perahu hias. Dengan kreativitasnya para peserta menghiasi perahu mereka menjadi cantik dan unik. Ada yang seperti belipis putih. Ada juga yang seperti rumah joglo. Selain itu, diadakan juga festival belimbing, festival layang-layang, pesta lampion apung, dan pentas Sastra Bengawan di tepian sungai.


Mengelilingi Sungai Bengawan Solo

Pemandangan alam Sungai Bengawan Solo menjadi magnet bagi siapapun untuk berkunjung. Hamparan sawah dan kebun yang tampak asri di sekitar sungai, pepohonan besar di tepian, dan tebing-tebing, berkombinasi membentuk suguhan alam yang mempesona. Untuk mengelilingi Sungai Bengawan Solo, anda dapat menyewa perahu nelayan setempat. Selama berkeliling, anda akan menemukan Pohon Elo yang tersebar di beberapa tempat di sepanjang aliran sungai. Adapun masyarakat setempat percaya bahwa Pohon Elo ini memiliki nilai mistis. Jadi, siapapun yang melihat bunga dari Pohon Elo niscaya akan menjadi kaya. Selain Pohon Elo, anda juga akan menemukan bangkai kapal tua yang tenggelam sekitar 300 tahun yang lalu. Kabarnya, kapal karam ini merupakan milik saudagar Cina yang hendak berlayar menuju Ngawi. Namun naas baginya, di tengah perjalanan, kapalnya tenggelam.


Fasilitas

Mengingat Sungai Bengawan Solo merupakan salah satu tempat wisata populer di Solo, anda tak perlu khawatir akan minimnya fasilitas. Pihak pengelola telah menyediakan fasilitas penyewaan perahu untuk berkeliling, peralatan memancing, penyewaan tikar, tempat bersantai, permainan anak-anak, taman bermain, musholla, dan kios makanan-minuman.

Bila anda tertarik untuk menyusuri jalur aliran Sungai Bengawan Solo di masa lalu, anda dapat mengunjungi Pantai Sadeng yang dulu menjadi muaranya. Kini, Pantai Sadeng telah menjadi objek wisata menarik dan salah satu pelabuhan ikan terbesar di Yogyakarta.

Sungai Bengawan Solo, Cerita Tentang Keindahan Alam dan Joko Tingkir Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Tri Haryadi

0 komentar:

Tentang GudangAlamat.Com

Selamat datang di gudangalamat.com situs penyedia pencarian alamat dan objek wisata di Indonesia dan dunia. Untuk mencari data alamat perusahaan maupun alamat lain yang ingin Anda cari, gunakanlah kolom pencarian alamat pada kotak telusur dibagian atas sebelah kanan dengan cara memasukkan kata kunci yang ingin Anda cari.

Gudangalamat.com menyediakan direktori alamat perusahaan/kantor, database email dan nomor telpon penting di Indonesia, cari alamat perusahaan, cari nomer telepon, cari peta alamat dan lain sebagainya yang terangkum dalam database direktori alamat yang ada di gudangalamat.com